Selamatan Bangun Nikah : albahjah.or.id

Halo semuanya, kali ini kita akan membahas mengenai selamatan bangun nikah. Acara ini merupakan tradisi yang dilakukan setelah seorang pasangan menikah dan mulai tinggal bersama. Selamatan bangun nikah memiliki makna dan tujuan yang penting dalam budaya Indonesia. Berikut ini adalah 20 topik terkait selamatan bangun nikah beserta penjelasannya:

1. Apa itu Selamatan Bangun Nikah?

Selamatan bangun nikah merupakan suatu tradisi yang dilakukan di Indonesia setelah pasangan suami istri baru menikah dan mulai tinggal bersama. Tradisi ini dilakukan dengan menyelenggarakan acara syukuran yang melibatkan keluarga besar, kerabat, dan tetangga. Selamatan bangun nikah seringkali diadakan beberapa hari setelah pernikahan agar pasangan dapat beradaptasi dengan kehidupan barunya.

2. Mengapa Selamatan Bangun Nikah Dilakukan?

Selamatan bangun nikah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan keberkahan dalam pernikahan pasangan tersebut. Acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan pasangan suami istri baru kepada lingkungan sekitar, mendapatkan doa restu dari keluarga dan tetangga, serta mempererat hubungan antara kedua belah pihak.

3. Kapan Selamatan Bangun Nikah Biasanya Dilakukan?

Selamatan bangun nikah biasanya dilakukan dalam rentang waktu beberapa hari setelah pernikahan. Namun, waktu pelaksanaannya dapat bervariasi tergantung dari adat istiadat dan kebiasaan setiap daerah. Beberapa daerah mungkin melaksanakan selamatan bangun nikah pada hari ke-3 setelah pernikahan, sementara daerah lainnya dapat melakukannya pada hari ke-7 atau bahkan setelah 40 hari pernikahan.

4. Bagaimana Cara Menyelenggarakan Selamatan Bangun Nikah?

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menyelenggarakan selamatan bangun nikah. Pertama, keluarga suami istri akan menyiapkan makanan sebagai hidangan bagi tamu yang datang. Makanan yang disiapkan biasanya berupa nasi tumpeng, ayam, tahu, tempe, sayur, dan hidangan khas daerah setempat. Selain itu, mereka juga akan menyediakan kue dan minuman sebagai hidangan penutup.

Setelah itu, keluarga suami istri akan mengundang keluarga, kerabat, dan tetangga untuk hadir dalam acara selamatan bangun nikah tersebut. Mereka juga akan mempersiapkan tempat yang cukup luas untuk menampung semua tamu yang hadir. Biasanya acara ini dilaksanakan di rumah pasangan suami istri atau di balai desa jika jumlah tamu yang hadir sangat banyak.

Acara selamatan bangun nikah dimulai dengan pembacaan doa oleh seorang tokoh agama, diikuti dengan sambutan dari keluarga suami istri. Kemudian, makanan dan minuman disajikan kepada tamu sebagai tanda penghormatan dan kesyukuran. Selama acara berlangsung, para tamu dapat berinteraksi dengan pasangan suami istri baru serta memberikan ucapan selamat dan doa restu.

Acara selamatan bangun nikah biasanya diisi dengan berbagai hiburan seperti tarian, musik, atau pertunjukan seni tradisional. Tujuan dari hiburan ini adalah untuk menghibur tamu dan menciptakan suasana keakraban dan kegembiraan dalam acara selamatan bangun nikah.

5. Adakah Pantangan dalam Selamatan Bangun Nikah?

Ya, terdapat beberapa pantangan yang harus diperhatikan dalam menyelenggarakan selamatan bangun nikah. Salah satunya adalah pantangan makanan tertentu, terutama bagi pasangan suami istri yang baru menikah. Beberapa makanan yang dihindari antara lain jengkol, pete, durian, dan makanan laut yang berbau menyengat.

Selain itu, ada juga pantangan dalam hal penggunaan kata-kata atau ucapan tertentu. Misalnya, keluarga dan tamu yang hadir sebaiknya menghindari mengucapkan kata-kata yang berkaitan dengan kematian, seperti “mati”, “matian”, atau sejenisnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari mendatangkan kesialan atau membawa aura negatif dalam selamatan bangun nikah.

6. Apa Makna dari Tumpeng dalam Selamatan Bangun Nikah?

Tumpeng adalah hidangan nasi kuning yang biasanya disajikan dalam acara selamatan bangun nikah. Makna dari tumpeng ini adalah sebagai simbol keberkahan dan harapan untuk kehidupan yang bahagia dan berkelimpahan bagi pasangan suami istri baru. Bentuknya yang tinggi melambangkan kemakmuran, sedangkan warna kuning melambangkan kegembiraan dan keceriaan dalam menghadapi kehidupan baru.

7. Bagaimana Mengatur Meja Makan dalam Selamatan Bangun Nikah?

Meja makan dalam acara selamatan bangun nikah biasanya disusun dengan tata letak tertentu. Pada meja utama, tumpeng diletakkan di tengah sebagai hidangan utama. Sebagai pelengkap, hidangan seperti ayam, tahu, tempe, sayur, dan hidangan khas daerah lainnya ditempatkan di sekeliling tumpeng.

Disamping hidangan utama, juga disediakan berbagai macam hidangan penutup berupa kue-kue tradisional dan minuman segar. Meja makan ini biasanya dihiasi dengan berbagai hiasan seperti bunga, daun pisang, atau anyaman bambu untuk menambah suasana khas acara selamatan bangun nikah.

8. Apa Saja Tradisi yang Dilakukan dalam Selamatan Bangun Nikah?

Tradisi yang dilakukan dalam selamatan bangun nikah dapat bervariasi tergantung dari adat istiadat setiap daerah. Namun, beberapa tradisi umum yang sering dilakukan antara lain:

1. Panggih: Pasangan suami istri baru akan dipertemukan dan saling berjabat tangan di hadapan kedua orang tua. Ini melambangkan pengakuan resmi dan penerimaan pasangan secara resmi dalam keluarga.

2. Siraman: Pasangan suami istri baru akan disiram dengan air yang diambil dari sumber mata air atau pancuran yang dianggap suci. Siraman ini melambangkan penyucian dan harapan agar pasangan tersebut memiliki kehidupan yang bersih dan suci.

3. Sembahyang Bersama: Pasangan suami istri baru dan keluarga besarnya akan melaksanakan sembahyang bersama untuk memohon berkat dan keselamatan bagi kehidupan mereka yang baru.

4. Serang Alas: Momen ini dilakukan dengan menggelar alas atau tikar untuk pasangan suami istri baru. Tikar ini melambangkan tempat yang suci dan nyaman untuk pasangan tersebut dalam membangun kehidupan baru. Setelah itu, mereka akan duduk bersimpuh di atas tikar tersebut.

5. Doa Bersama: Acara selamatan bangun nikah akan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama. Doa ini dilakukan untuk memohon kelancaran, keberkahan, dan kebahagiaan dalam hidup pasangan suami istri baru.

9. Bagaimana Menyambut Tamu dalam Selamatan Bangun Nikah?

Menerima tamu dengan ramah dan hangat adalah salah satu hal penting dalam selamatan bangun nikah. Ketika tamu tiba, disambut dengan senyuman, ucapan selamat, dan doa restu. Setelah itu, tamu diarahkan menuju tempat duduk yang telah disiapkan. Mereka juga disajikan dengan minuman dan hidangan sebagai bentuk keramahan dan penghormatan terhadap tamu.

10. Apa yang Harus Disiapkan untuk Selamatan Bangun Nikah?

Untuk menyelenggarakan selamatan bangun nikah, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Beberapa hal tersebut antara lain:

1. Makanan: Menyiapkan makanan sebagai hidangan utama seperti nasi tumpeng, ayam, tahu, tempe, sayur, dan hidangan khas daerah setempat.

2. Hidangan Penutup: Menyediakan berbagai macam kue-kue tradisional dan minuman segar sebagai hidangan penutup.

3. Tempat dan Perlengkapan Makan: Menyediakan tempat yang cukup luas untuk menampung semua tamu yang hadir. Juga menyediakan piring, sendok, garpu, gelas, dan peralatan makan lainnya.

4. Tempat Duduk: Menyediakan kursi atau bangku yang cukup untuk tamu.

5. Dekorasi: Menghias tempat acara dengan bunga, daun pisang, anyaman bambu, atau dekorasi sesuai dengan tema selamatan bangun nikah.

6. Sound System: Jika diperlukan, menyediakan alat-alat sound system untuk penggunaan selama acara berlangsung.

7. Petugas Penyelenggara: Menyiapkan petugas yang bertugas untuk melayani tamu, menyajikan hidangan, dan membersihkan tempat setelah acara selesai.

8. Undangan: Mengundang keluarga, kerabat, dan tetangga untuk hadir dalam selamatan bangun nikah.

11. Keunikan Selamatan Bangun Nikah di Daerah Jawa

Selamatan bangun nikah memiliki keunikan dan perbedaan dalam setiap daerah di Indonesia. Di daerah Jawa, ada beberapa hal yang menjadi keunikan dan ciri khas dari selamatan bangun nikah. Beberapa keunikan tersebut adalah:

1. Penggunaan Nasi Tumpeng: Di daerah Jawa, nasi tumpeng seringkali menjadi hidangan utama dalam selamatan bangun nikah. Tumpeng tersebut biasanya dihias dengan daun pisang dan diletakkan di tengah meja makan.

2. Hiasan Bunga dan Buah: Meja makan dalam selamatan bangun nikah di daerah Jawa biasanya dihiasi dengan rangkaian bunga dan beberapa buah yang ditata secara cantik.

3. Adanya Tradisi Panggih: Di Jawa, tradisi panggih menjadi salah satu bagian penting dalam selamatan bangun nikah. Panggih merupakan pertemuan pertama pasangan suami istri baru setelah menikah di hadapan kedua orang tua.

4. Menggunakan Adat Jawa Kuno: Beberapa pasangan suami istri di daerah Jawa memilih untuk menggunakan adat Jawa kuno dalam selamatan bangun nikah mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan juga sebagai bagian dari identitas budaya mereka.

5. Menggunakan Aksesoris Khas Jawa: Pasangan suami istri di daerah Jawa seringkali menggunakan aksesoris khas Jawa seperti jas, kebaya, batik, atau hiasan rambut tradisional dalam acara selamatan bangun nikah mereka.

12. Bagaimana Selamatan Bangun Nikah di Daerah Sumatera?

Selain di daerah Jawa, selamatan bangun nikah di daerah Sumatera juga memiliki keunikan tersendiri. Berikut adalah beberapa tradisi yang sering dilakukan dalam selamatan bangun nikah di daerah Sumatera:

1. Tradisi Ucapan Selamat: Di Sumatera, tradisi mengucapkan selamat kepada pasangan suami istri baru dilakukan dengan cara yang unik. Ucapan selamat ini biasanya berbentuk puisi atau pantun yang diucapkan secara langsung kepada pasangan atau melalui media sosial.

2. Tradisi Mandi Bunga: Pasangan suami istri baru di daerah Sumatera seringkali melakukan tradisi mandi bunga setelah acara selamatan bangun nikah. Mandi bunga ini dilakukan sebagai simbol penyucian dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.

3. Adanya Tarian Khas: Di Sumatera, acara selamatan bangun nikah seringkali dihibur oleh penari-penari tradisional yang menampilkan tarian khas daerah tersebut. Tarian ini memberikan nuansa kegembiraan dan keakraban dalam acara tersebut.

4. Makanan Khas: Daerah Sumatera memiliki beragam makanan khas yang biasanya disajikan dalam selamatan bangun nikah. Beberapa makanan khas Sumatera yang sering dihidangkan adalah rendang, sambal, gulai, dan kue-kue tradisional.

5. Adanya Tradisi Salaman: Di daerah Sumatera, tradisi salaman menjadi bagian penting dalam selamatan bangun nikah. Pasangan suami istri baru akan mengunjungi dan bersalaman dengan kerabat dan tetangga yang telah datang untuk memberikan ucapan selamat dan do

Sumber :